Happy New Heart
Diawal bulan Desember tahun 2013 muncul hal yang cukup aneh, semuanya muncul dari sikap seorang cewek yang baru-baru ini hadir di kehidupan Rojer. Sebetulnya Rojer udah kenal cukup lama sama dia, sejak Ospek berlangsung di kampusnya. ‘Namanya Riany’.
Walau udah kenal lama, mereka tak pernah ngobrol sekalipun, biasanya mereka hanya saling menyapa kalau di kampus aja. Lain dulu lain juga sekarang, belakangan ini sikap rainy terlihat aneh. Berawal dari sebuah pesan singkat yang kirimnya ke Rojer , pesan yang mengawali kedekatan mereka menjadi lebih erat. Sejak saat itu, rainy sering banget kontekan sama Rojer lewat pesan singkat.
Hari berganti hari, kedekatannya semakin erat aja, yang awalnya kata-kata di pesan singkatnya kaya ragu-ragu kini malah udah bisa saling bercanda satu sama lainnya, entah dari mana asalnya, kenyamanan pun muncul dianara mereka berdua, keduanya mulai saling curhat dan menceritakan sebagian latar belakangnya.
Tanggal di bulan Desember udah ampir abis, dan eratnya kedekatan merekapun usah diragukan lagi, bahkan dua hari sebelum bulan Desember habis dan itu artinya menjelang tahun baru, ternyata latar belakang dibalik keanehan itu terbongkar. Beberapa bulan kebelakang ternyata rainy menyimpan perasaan suka yang tumbuh entah karna apa, rasa suka yang kian lama ternyata malah berubah jadi segumpal sayang yang bagai tumor yang kian membesar dihatinya. Rainy awalnya menghindari semua ini terungkap, dia takut kalau perasaan yang tumbuh dalam hatinya berbuah sia-sia, dia takut cintanya bertepuk sebelah tangan. Tetapi semakin lama perasaan itu tumbuh, rainy gak mampu lagi menahan gejolak yang kian berontak dalam hatinya, yang akhirnya sedikit demi sedikit dia mengungkapkan apa isi hatinya sama Rojer.
Udah sebagian isi hatinya terungkap, Rojer pun paham dengan semuanya, awal mulanya Rojer bingung ada apa dengan semuanya, Rojer takut kalau apa yang diceritakan rainy itu hanya fikti belaka.
Semakin lama dipahami, ternyata rasa itu memang benar nyata adanya, dan Rojer pun mulai tumbuh perasaan yang sama ketika kenyamanan muncul diantara keduanya.
Memasuki tanggal terakhir di tahun 2013, Rojer mengajak rainy merayakan malam tahun baru bersamanya, dan tanpa disangka ternyata Riany menerima tawarannya.
Malam terakhir pun telah tiba, Riany ama Rojer ketemu di tempat yang udah di sepakati sebelumnya. Riany terlihat canggung malam itu, dia nervous di pertemuan pertama dengan seseorang yang dirasa sepesial dalam hidupnya. Sedangkan Rojer dengan sikap apa adanya terlihat begitu santai menikmati suasana.
Walaupun belum tepat ke jam pergantian tahun baru, suara terompet telah ramai dibunyikan, dan petasan kembang api udah mulai diluncurkan menghiasi indahnya langit diatas kepala mereka berdua di malam itu.
Tatapan mata antara mereka berdua begitu tajam, seakan saling menyimpan arti yang begitu mendalam, kata demi kata mulai terucap dari mulut mereka menghangatkan suasana pertemuan pertama.
Riany bingung, kenapa kenyamanan ini selalu muncul disaat dirinya duduk disisi Rojer, padahal tempat duduknya tak begitu mewah, hanya bentangan tembok di alun-alun. Riany baru merasakan malam seindah ini, suasana yang belum pernah dia rasakan sepanjang hidupnya.
Satu jam sebelum pergantian tahun tiba, Rojer mengajak Riany pergi ke lapangan pusat kota, tempat orang-orang berkumpul untuk menyambut dan merayakan pergantian tahun baru ini.
Walau belum tepat ke detik pergantian tahun baru, petasan-petasan sebagian udah mulai ada yang di nyalakan dan terompet sesekali mulai di bunyikan, suasana begitu meriah, Riany tersenyum senang menikmati suasana.
Detik-detik pergantian tahun baru pun telah tiba, Rojer telah bersiap untuk menberikan hadiah paling spesial tepat di detik pergantian tahun baru. Terompet pun mulai ramai dibunyikan, dan kembang api mulai diluncurkan, suasana begitu ramai dengan letusan-letusan maupun suara-suara yang sengaja dibunyikan untuk menyambut pergantian tahun baru. Dibalik keramaian itu dan tepat pada jam 00.00 di hari Rabu 01 Januari 2014 dibawah indahnya percikan kembang api, tepatnya dipintu masuk Lapangan Merdeka Rojer membisikan sesuatu ke telinga Riany “ Mau gak kamu jadi pacar aku”, Riany tercengang seakan tak percaya dengan bisikan itu. Rojer pun meyakinkannya sampai hati Riany pun luluh seakan melayang bersama keindahan yang mewarnai malam itu, jawaban dari bisikan Rojer ternyata sesuai dengan apa yang diharapkan, Riany menerima Rojer buat menjadi orang spesial dihatinya tepat dimalam yang begitu spesial ini.
Kini Rojer bersama Riany sudah lebih dari sekedar ikatan sahabat, terjalin sudah diantara mereka ikatan yang begitu spesial, suatu ikatan yang membuat hidup lebih berwarna bagi Rojer sama Riany.
Ini adalah moment yang paling paling indah mengawali tahun 2014, moment yang harus dicatat dan dikenang, moment yang pastinya begitu langka, dan yang pasti Rojer beruntung bisa merasakan moment yang indah ini.
Hari demi hari berlalu, diantara mereka sudah tak terlihat lagi kecanggungan, sejak saat itu mereka jadi semakin sering ketemu. Kedekatan yang semakin erat semakin menumbuhkan rasa syang dalam hati mereka, rasa kangen selalu menyelimuti kesehariannya, dan sebuah kenyamanan lah yang dijadikan alasannya.
***
UAS semester ganjil udah selesai dilaksanakan, ngampus pun mulai di liburkan, Rojer sama Riany berniat memanfaatkan moment liburan ini untuk lebih sering lagi ketemu dan jalan bersama.
***
>21 Januari 2014
Hari yang spesial yang jadi bagian dari deretan moment-moment terindah dalam hubungan mereka. Riany berani mengajak Rojer ke rumahnya, diawal Rojer emang belum sanggup Rojer takut dan malu menghadapi keluarganya, tetapi pada akhirnya dengan penuh keyakinan, Rojer pun berani. Ini adalah moment perdana dalam hidup Riany, dimana Rojer adalah cowoknya yang pertama kali di ajak kerumahnya.
Seharian ini mereka terus bersama, tetapi belum juga mampu mengobati rasa kangen yang bergejolak dalam dada, kenyaman selalu bersama mereka, senyuman, canda tawa, dan yang pasti hidup mereka semakin lebih berwarna dibanding biasanya.
***
Rojer berjalan menyambut gelap, dia
pergi ketaman alun-alun, duduk termenung dibangku semen sambil menatap indahnya
langit senja, langit semburat jingga.
Terbayang indah dalam benaknya jika
Riany kini berada disampingnya, sosok yang selalu menjadi semangat dan inspirasi
untuk selalu tersenyum menjalani hari-hari. Bayang Riany selalu melayang
terbang kemanapun lirikan mata Rojer terarah, Riany selalu menghantui setiap
hari-hari, bahkan namanya selalu teringat disetiap hembusan nafas.
Berteman sebatang rokok yang dijepit
diantara jari telunjuk dan jari tengahnya,
ditambah minuman dingin yang yang baru saja dibelinya, Rojer diam
termenung tepat dibawah pohon beringin yang rindang, dekat pintu masuk taman
dari pos polisi. Tempat dimana Rojer biasa selalu bersama Riany duduk berdua.
Dimoment seperti ini Rojer selalu terinspirasi buat menuliskan setiap
perjalanan kisah nya, namun disesali karna Rojer merasa dirinya bukanlah anak
sastra yang pandai dalam merangkai kata. Hal ini tak menyurutkan semangatnya,
dengan kemampuan seadanya Rojer berusaha merangkai kata demi kata untuk
menuliskan cerita kisah cintanya, kisah cinta yang dirasanya begitu indah
dijalaninya.
Tak lama berselang langit berubah redup
mendung digulung awan hitam, rintik hujan mulai turun memabasi daun pepohonan
disekitar, Rojer tetap saja diam dibawah pohon rindang yang melindunginya dari
rintikan air hujan yang kian lama basahi bumi. Kini angannya melayang bersama
angin yang berhembus, melayang tanpa jelas arahnya.
Rasa
rindu akan kehadiran sang kekasih menggebu-gebu dalam dada, tapi apalah
daya ketika jarak menjadi sekat pemisah, hanya berharap angin sampaikan salam
kangen pada dia yang jauh disana, dan menyampaikan isi hati yang begitu
menyayanginya.
***
>25 Maret 2014
seiring waktu yang kian berlalu, tak terasa hubungan mereka kini sudah menginjak 3 bulan lamanya, bukan suatu perjalanan mudah menjalani hubungan sejauh ini, banyak pula halangan dan rintangan yang kadang akan mempecah belah, namun karna ikatan kasih sayang yang begitu erat, hubungan mereka tak mampu goyah di terjang ombak dan badai yang kian menghadang.
sekeras batu karang, yang tak rapuh dihempas sang ombak.
Riany begitu tulus menyayangi rojer sepenuh hatinya, mencurahkan semua kasih sayangnya, dan selalu memberikan perhatian lebih tuk mewarnai hari-hari rojer.
***
>03 April 2014
Tak terasa hari kian berlalu, seiring dengan detik yang tak pernah berhenti berjalan, seiring dengan angin yang selalu terus berhembus, kini perjalanan cinta mereka telah melewati 3 bulan lamanya, waktu yang tak lama juga tak bisa di bilang sebentar kalau dipandang dari sisi perjuangan mereka melewati kisah-kisah cinta nya.
Betapa anehnya hitungan waktu dalam dunia percintaan, waktu selalu terasa berjalan melesat begitu cepat. Sedetik tidak bersama rasanya seperti setahun lamanya, dan ketika pertemuan tiba, padahal dirasa waktu yang terlewati baru beberapa menit lamanya, namun ternyata kenyataannya sudah berjam-jam berlalu.
Rasa sayang yang begitu besar emang mampu menghanyutkan semuanya, menghanyutkan setiap orang yang berani berenang di dalamnya.
Seperti aliran air, yang terus mengalir walau banyak rintangan yang dan hambatan yang menghalangi jalannya, yang mungkin saja mampu untuk menghentikan alirannya, namun yakin selalu ada celah walau kecil untuk bisa menembusnya.
Begitupun perjalanan kisah Rojer sama Riany, yang tak semudah apa yang dipikirkan, perjalanannya selalu dihadang dengan berbagai masalah, namun karna rasa sayang yang begitu besar yang menjadi kekuatan yang begitu kuat untuk selalu mampu melewati semuanya, tak menghiraukan intervensi yang selalu menimpa perjalanannya, mereka tetap selalu berusaha saling mengerti dan memahami, dan menjadikan setiap rintangan yang ada sebagai ujian dan tantangan yang dengan senang hati mereka lewati bersama.
***
>04 April 2014
Langit hari ini hampir gelap, senja tak terlihat tertutup gulungan awan hitam. Seharian ini Riany enggak bisa melihat senyuman kekasih yang selalu dihatinya, Rojer tidak datang ke kampus, padahal diharapnya bisa berada disampingnya. Gejolak melanda dalam rasa, harapnya hari ini bisa bertemu dengan Rojer untuk mengobati rasa rindunya.
Semenjak pagi hingga sore ini tidak selintaspun Rojer terlihat, Riany gelisah adanya. Diajaknya Rojer untuk mencari makan penuh harap dengan cara ini bisa menjadi jembatan yang mempertemukannya dengan sang kekasih, Rojer awalnya menolak, Riany kecewa. Namun perjuangannya tak mampu terhenti sampai disitu, Riany masih punya amunisi yang ampuh untuk meluluhkan Rojer, serangan bertubi-tubipun diluncurkan nya, hingga akhirnya membuahkan hasil, Rojer luluh dan menerima tawarannya.
Rojer berangkat untuk temani Riany mencari makan, karna enggak mau kalau pacarnya sakit karena menahan rasa lapar. Anehnya setelah bertemu, Riany malah kebingungan ketika ditanya makanan apa yang dicarinya, Riany malah berbelit-belit membuat Rojer sedikit kesal dengan tingkahnya. Namun karna sayang yang begitu besar rasa kesalpun tidak mampu mengalahkannya, Rojer tetap setia mencoba untuk sabar menghadapinya.
Riany mengajak Rojer jalan tanpa tau tujuan, mencari sesuatu yang entah apa sebetulnya, sampai perjalanan itu akhirnya kandas di tempat pedagang bakso juga, makanan yang diawal dihindarinya dengan alasan sudah terbiasa.
Bakso telah habis dilahap, ketika hendak pulang malah turun hujan dengan lebatnya, akhirnya dengan terpaksa terdiam disana menunggu hujan reda, hingga tak lama waktu berselang hujannya tak lagi lebat, kini berganti rintikan air sisa menyambut reda.
Sore kini telah berganti malam, Riany awalnya berniat setelah pertemuanya dengan Rojer sore ini akan langsung pulang ke kampung halamannya, namun rasanya pertemuan ini belum mampu mengobati semua rasa rindunya, Riany masih ingin merasakan kenyamanan berada disampingnya, warung pojok taman kini menjadi tujuan, tempat selanjutnya yang bisa membuatnya tetap bersama. Dua gelas kopi dan cemilan dipesan Riany untuk lebih mengangatkan kebersamaanya, mereka duduk berdua dibangku kayu samping taman, saling melepas rasa rindu yang menggebu-gebu.
Tak terhitung sudah banyaknya kata yang telah terucap seiring berjalannya waktu, suasana sepi dan malam kian larut. Rojer hendak mengantarkan Riany ke jalan mencari kendaraan umum, khawatir terlalu kemalaman karna jarak yang cukup jauh. Niat baik itu ternyata malah berbuah masalah, Riany merasa tersinggung, anggapannya Rojer sudah bosan bersamanya dan mengusirnya untuk cepat pergi dari sampingnya. Dengan wajah murung mendung Riany pergi tanpa pamit, sikap Riany berubah 180 derajat, biasanya anggun kini bersikap seperti patung, yang tidak luluh dengan sapa dan canda.
Rojer cukup kesal juga menghadapi sikap Riany yang tiba-tiba berubah, namun Rojer tak menyerah sampai akhirnya Riany yang anggun kembali, Riany kembali bisa diajak bercanda ria, dan sembuh dari sikap anehnya.
Malam telah larut, Riany tidak jadi pulang ke kampung halaman malam itu, dia nginep di kosan sahabatnya. Sesampainya dikosan, Riany menghubungi Rojer dan meminta maaf atas sikap anehnya, setulusnya hati Rojer telah memaafkan sebelum dia melontarkan kata maaf, dan malam dihabiskan dengan obrolan di telepon sampai Rojer tertidur.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar