Wikipedia Telusuri..

Hasil penelusuran

Jumat, 16 Desember 2016

Rekam Jejak HMI Cabang Sukabumi 2016

HMI Geram dengan sikap Kejari Cibadak.

15 Des 2016 - Puluhan aktivis HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dari berbagai perguruan tinggi sewilayah kerja Cabang Sukabumi, kembali menggeruduk gedung Kejari (Kejaksaan Negeri) Cibadak Sukabumi. Setelah sebelumnya melakukan aksi serupa pada bulan Oktober lalu. Mereka menuntut kejari segera tuntaskan kasus-kasus yang terjadi di kabupaten sukabumi.

Sejak pukul 10.00, para aktivis HMI Cabang Sukabumi melakukan aksi damai di depan pintu gerbang utama, karena pihak kejari tidak mau menerima para aktivis masuk untuk menyampaikan aspirasi dengan menggembok rapat pintu gerbang. Hal ini membuat para aktivis HMI geram terhadap sikap kejari. Ditambah lagi, aksi ini tidak dikawal ketat oleh jajaran kepolisian.

''Kami datang kesini bukan untuk membuat onar ataupun merusak fasilitas negara, kami kader-kader HMI cinta akan hukum, kedatangan kami kesini untuk menyampaikan  hasil kajian kami mengenai dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Kabupaten Sukabumi. Ijinkan kami masuk agar kita bisa berdialog bersama''. Ucap Riandi Al-Ghazali selaku Koordinator Lapangan pada aksi kali ini.




Hal ini tidak menjadikan pihak kejari mau membuka pintu untuk berdialog bersama, hanya sebentar saja beberapa perwakilan dari pihak kejari mendekati para aktivis dari balik gerbang. Kesannya seperti meminta dialog dengan disekat gerbang, namun para aktivis HMI menolak sebelum gerbang dibuka terlebih dahulu.

''Jika betul bersedia berdialog dengan kami, maka buka pintu gerbang ini, jangan ada sekat pemisah. Kalau seperti ini, terkesan kami seperti tahanan lapas yang sedang dijenguk'' Kata Aris Rindiansyah salah satu orator aksi.

Riandi Al Ghazali, koordinator lapangan mengatakan ''Kami akan terus melakukan aksi sampai batas waktu habis, apabila masih belum juga ditanggapi maka kami akan turun kembali dengan masa yang lebih banyak. ataupun melaporkan pada Ombudsman karena mengabaikan pelayanan publik''.

Pengabaian pihak kejari ini semakin membuat para aktivis HMI yang melakukan aksi semakin bertambah geram. Orasi menjadi semakin keras diteriakan oleh para orator. Selain orasi, beberapa aktivis membacakan puisi dan menyakikan lagu untuk membakar semangat.

Sekitar pukul 14.00 para aktivis akhirnya melakukan bakar ban karena tidak juga didengarkan oleh pihak kejari. Aksi ini menarik simpati para pengendara sehingga laju kendaraan sedikit tersendat.

Aksi sedikit ricuh, karena ada beberapa polisi tiba-tiba mendorong dan mengusir para Aktivis. Beruntungnya para aktivis HMI tidak terpancing emosi akibat kejadian ini, mereka tidak mau kejadian yang tidak diinginkan ini malah menjadi teralihnya maksud inti yang ingin disampaikan.

Aksi HMI kali ini meminta kejaksaan agar propesional dalam melakukan tugas serta menuntut segera menyelesaikan kasus-kasus di kabupaten Sukabumi, jangan terkesan dipetieskan. HMI juga menanyakan dasar hukum (payung hukum) serta legalitas akuntan publik dalam penghitungan kerugian negara terkait kasus tenjo jaya, penanganan dugaan proyek fiktif simpang lio bumi sari cikidang, GOR gelanggang yang sampai saat ini dalam pengawasan kejaksaan serta pemotongan dana hibah oleh distan.

Aktivis HMI memutuskan untuk balik kanan dan akan turun aksi kembali hari senin mendatang dengan jumlah masa yang lebih banyak.

(YH-1011)

Sabtu, 10 Desember 2016

SULIT HIDUP HIDUP SULIT - 'Kebangkitan Arwah-Arwah Kanibal'


SULIT HIDUP HIDUP SULIT
'Kebangkitan Arwah-Arwah Kanibal'
Oleh : Pujangga Desa Pajampangan


Kekinian - Kehidupan hari ini kalaulah tidak bergelimang harta maka dianggaplah sebuah kegagalan hidup, layaknya aturan sakral hasil konsensus manusia-manusia itu sendiri. Sebuah keharusan yang senantiasa memaksa hidup bersaing dalam kemewah-mewahan, keindahan raga, gaya bahasa, gaya hidup, kendaraan, tempat tinggal serta semua bagian yang dianggap nikmat kehidupan dijadikan persaingan ketat keistimewaan.

Budaya sendiri, jati diri khas tanah ini tidak lagi diindahkan, bahkan terkesan akan dimusnahkan karna anggapan tak lagi relevan dengan kemajuan zaman, telah tertinggal, jadul, kolot . Berganti dengan budaya asing yang dirasa lebih berarti, lebih menantang, serta lebih kekinian seiringan dengan perkembangan zaman, yang dengan mentah ditelan bulat-bulat tanpa takut keracunan. Inikah 'mentari yang terbit dari barat' yang menjadi satu pertanda segera datangnya kiamat..?!!!

Kondisi ini telah menjamur, memacing bangkitnya kembali arwah-arwah kanibal yang telah melakukan revolusi sifat atau bermetamorfosis sehingga menjadi kanibal versi kekinian. Tentang 'siapa yang memakan siapa'. Para arwah kanibal ini berkeliaran, senantiasa merasuk pada manusia-manusia yang tergila-gila dengan persaingan keistimewaan.

Manusia-manusia kini menyamarkan dua keadaan yang berlawanan 'benar dengan salah' yang tak lagi digubris oleh manusia yang kerasukan arwah kanibal, memakan siapa saja demi kelancaran ambisinya, tak penting lagi ikatan saudara, kerabat dekat, sahabat serta kawan seperjuangan, apalagi lawan yang menghalangi jalan, sudahlah pasti bulat-bulat ditelan.

Sebuah keanehan..!!!
Di era kekinian, cara manusia menilai sesuatu selalu menggunakan logika. Apa-apa haruslah mampu dirasionalkan, barulah menghasilkan keyakinan sendiri untuk melaksanakan. Tetapi mengapa seakan ada tirani yang membuat logika tak mampu meraba-raba kesederhanaan, tidakkah bisa dipahami untuk menghasilkan formulasi buah pemikiran 'bagaimana hari ini hidup teramat bahagia dalam kesederhanaan'..!!!
Padahal, sebelum serapan budaya asing menjadi sekental ini, kebahagiaan bisa dirasakan dalam kesederhanaan. Bagaimana masyarakat berbaur, berbagi, bahkan bergotong royong menunjukan kepedulian, tanpa harus bermodalkan kemewahan. Budaya yang kini telah luntur dan hampir punah.

Gengsi - inilah satu kata yang menjadi virus amat viral, cepat menyebar, tular-menular, sehingga manusia kini terjangkit penyakit gengsi yang amat tinggi -- 'Bagaimana caranya pun akan dilakukan demi kedudukan teratas' -- ...

Gengsi yang membuat hidup menjadi terasa sulit. Padahal jika mampu menanggalkan rasa gengsi, menggunggulkan sifat-sifat positif, 'sabar, syukur serta tawakal' maka menjalani hidup tidaklah begitu sulit, tidak akan merasa bagai berada pada 'sangkar setan persaingan'.

Sabar dengan kondisi saat ini, menerima dengan ikhlas apa yang diamanahkan Tuhan, karena pada dasarnya semua hanya titipan. Jika logika yang dipakai adalah demikian, 'brarti lebih beruntunglah manusia yang sedikit titipan, tidak terlalu terbebankan, serta tidak begitu banyak pertanggungjawaban yang akan ditanggung dari cideranya titipan'.

Syukuri apa yang ada saat ini, maka kenikmatan akan bisa dirasakan. Jika seandainya telah terlatih pandai bersyukur dan tak tergoyah, 'maka inilah kenikmatan dunia sesungguhnya'. Sebaliknya, jika tak tau syukur, maka akan senantiasa merasa 'dihantui dengan kecemasan, kewas-wasan, serta ketidak tenangan', sebanyak apapun harta kekayaan tak akan mencapai kenikmatan yang sesungguhnya.

Tawakal lah selalu pada Tuhan, karena sejatinya manusia diberikan kebebasan hanyalah pada tataran syariat (Ikhtiar) saja, hakikat yang menjadikan hasil dari semua syariat yang dilakukan manusia itu hak prerogatif Tuhan. Maka ketawakalan kita pada Tuhan akan menjadikan kita berpikir optimis, bahwa 'rejeki manusia sudah Diatur-NYA dan Tuhan Maha Tahu apa yang dibutuhkan oleh Makhluk-NYA'. Tetapi apabila tidak mampu bertawakal, maka yang unggul dalam diri adalah sifat keangkuhan, semua dianggap bagaimana diri sendiri berjuang menggapainya, yang secara tidak langsung menanggalkan peran Tuhan. Serta kerakusan yang tak terbatas, yang menjadikan diri berambisi tiada henti mengejar harta dan tahta serta semua yang istimewa, tanpa sadar hidup didunia ini hanya sementara, hidup manusia didunia terbatas oleh waktu.

Maka cobalah sediakan waktu untuk menelaah kembali hidup ini dengan berbagai pertimbangan sehingga menghasilkan kematangan pemikiran tentang konsep hidup yang baik mulai sekarang sampai kedepan...!!! ***

Semoga Bermanfaat...!!!
_____________________________________________
________________||□□□□||___________________
Q.S AL-AN'AM : 141

وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَ جَنَّٰتٍ مَّعْرُوشَٰتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَٰتٍ وَٱلنَّخْلَ وَٱلزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُۥ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلرُّمَّانَ مُتَشَٰبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَٰبِهٍ ۚ كُلُوا۟ مِن ثَمَرِهِۦٓ إِذَآ أَثْمَرَ وَءَاتُوا۟ حَقَّهُۥ يَوْمَ حَصَادِهِۦ ۖ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
_____________________________________________
________________||□□□□||___________________
Q.S AL- A'RAF : 31

 يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
_____________________________________________
________________||□□□□||___________________
Q.S AL-MA'IDAH : 77


قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulu (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.
_____________________________________________
________________||□□□□||___________________
Q.S AL-BAQARAH : 45-46

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ ,الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan solat. Dan sesungguhya hal itu sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang  khusyu’ , (iaitu) orang-orang yang menyakini, bahawa mereka akan menemui Rabb mereka dan bahawa mereka akan kembali kepada-Nya''.
_____________________________________________
________________||□□□□||___________________
Q.S AL-BAQARAH : 29

هُوَالَّذِي خَلَقَلَكُمْ مَافِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَبِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.
_____________________________________________
_________________||□□□□||__________________
Q.S ALI-IMRAN : 159

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepadanya.
_____________________________________________
__________________||□□□□||_________________


============================================================
 
# sikap ghuluw, berlebih-lebihan, kanibal, sabar, syukur, tawakal, rakus, angkuh, hidup susah

============================================================

Jumat, 09 Desember 2016

'DIA' - Indah Meski Tanpa Warna

'DIA' - Indah Meski Tanpa Berwarna
Oleh : Pujangga Desa Pajampangan


Keindahan - setiap dari Kita pasti menyenangi Keindahan, karena Keindahan mampu menarik sehingga membuat Kita jadi tertarik. Keindahan mampu menghipnotis pandangan terkunci pada satu titik, menyamarkan makna dari keadaan disekitarnya. Sehingga titik mana yang paling menarik, itulah Keindahan yang dimaknai sempurna.

Keindahan merupakan sebuah keadaan yang mengesankan dan bermakna bagi Dia yang merasakan. Hanya setiap dari kita tak akan menilai dengan sama rata, meski pada satu objek Keindahan yang sama, kedalaman paham diantara kita lah yang menjadi pembeda.

Bagi Aku, untuk merasakan Keindahan itu tak bisa karena paksaan, apalagi mengharuskan ku menilainya sempurna, sekalipun Aku memberikan nilai, bisa jadi hanya kepura-puraan Ku, kebohongan yang Ku lakukan demi kebebasan. Bagiku kesempurnaan itu akan Ku letakkan seiringan dengan dalamnya makna yang Ku temukan buah dari kebebasan Ku memaknai Keindahan. Sehingga Aku dapat merasa amat terkesan, merasa amat bahagia dan merasa begitu tenang bersama Keindahan.

Keindahan disini bukanlah penilaian pada objek yang selalu berwarna, bukanlah penilaian pada yang bisa dilihat bahkan diraba. Melainkan Keindahan istimewa yang ada dibalik rasa. Yang ketika Aku menemukan Keindahan itu, merasakan dalamnya makna, Aku merasakan ada ketenangan serta rasa lain yang tak Ku wakilkan dalam kata, sehingga Aku ikhkas meletakkan nilai sempurna. Bahkan Aku berani untuk berikrar, Bahwa tiada rasa yang terindah selain Merasakan-NYA, tiada bandingan Keindahan selain Keindahan-NYA, tiada lagi bandingan paling sempurna karena DIA Sang MAHA SEMPURNA. Aku Bersaksi, Aku Berjanji, Aku Berikrar, serta Aku Bersumpah Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain ALLAH. ALLAH Dzat Yang MAHA SEMPURNA, tiada satupun bandingan yang mampu menandingi ALLAH. Serta Aku Bersaksi Bahwa Muhammad adalah Utusan ALLAH. Berkat beliau lah Aku bisa mengenal ALLAH, Aku bisa belajar memahami serta mendalami bagaimana caranya Aku mendekatkan diri pada ALLAH, Sehingga semakin Aku yakin bahwa ALLAH SWT adalah Tuhan Ku. Dzat Yang MAHA SEGALA.

''AKU BERSAKSI BAHWA TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH. DAN AKU BERSAKSI BAHWA MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLAH''

Inilah Keindahan Yang Terindah...
Dapat mendekatkan diri Pada-NYA, bahkan sampai Merasakan Kehadiran-NYA. ***

Selasa, 06 Desember 2016

TANTANGAN SEPELE BERBUAH MANIS - ''Menikmati Kurangnya Nikmat''

Tantangan Sepele Membuahkan Kesan Manis
''Menikmati Kekurangan Nikmat''
Oleh : Yusuf Hidayat


Belumlah lama, bahkan pada saat tulisan ini dibuatpun keadaan belum kembali pulih, sekedar membaik dibanding keadaan yang sebelumnya. Ini merupakan pengalaman pertama selama hidup penulis, pengalaman yang cukup mengesankan serta melelahkan.

Bisa jadi, pembaca lebih berpengalaman mengenai kejadian seperti ini. Entah apa sebutan tepatnya (karena baru pertama kali merasakannya), sepertinya antara Sakit gigi atau Sakit gusi. Penyebab utamanya itu tumbuh gigi baru pada bagian ujung dalam, hingga menyebabkan gigi sebelahnya terganggu, terangkat atau mungkin tergeser. Rasanya seperti gigi mau copot, dan pembengkakan gusi sampai memar.

Penulis seringkali mendengar, orang yang mengalami sakit gigi atau gusi biasanya sensitif dan cenderung melampiaskan amarah. Paling anti sama bising atau keributan, katanya memberi pengaruh pada penderita semakin merasakan sakit serta memancing nafsu amarah. Ah ternyata tidak juga..!!!

Ini pengalaman penulis...
Penulis paling suka membuat tantangan untuk diri sendiri, sejauh mana kesanggupan mengahadapi tantangan yang dibuat.

Seperti saat kejadian ini, pada saat pertama kali terasa amat sakit, sudah yakin bahwa ini tidak akan sembuh dalam waktu sebentar, bisa berhari-hari. Maka sejak saat itu bertekad ''Saya akan belajar menikmati keadaan yang tidak nikmat ini, saya pasti bisa menahan hawa nafsu, saya pasti mampu melewati serta saya yakin pasti banyak pelajaran yang tersirat dalam kejadian ini''.

Teramat ngilu dan sakit yang sulit terungkap dengan kata-kata, bahkan mengunyah nasi yang lembekpun tak bisa. Setiap kali gigi beradu, sontak air mata berlinang dan menetes menandakan sakit yang tak terkira.
Tetes air mata yang membawa pada kesedihan (kurangnya nikmat) yang lantas menyadarkan diri ini, selama ini amat terlena hingga lupa bersyukur, padahal teramat nikmatnya mengunyah makanan (sadar ketika tak mampu untuk mengunyah makanan).

Bubur menjadi pengganjal perut, itupun harus begitu lembek sehingga bisa langsung ditelan. Semua proses pembuatan bubur dikerjakan sendiri, tanpa merepotkan orang lain, tanpa memanjakan diri dengan mengedepankan alasan sakit, selama mampu bergerak mengapa tidak untuk bertindak. Toh ini juga merupakan bagian dari rasa syukur atas sempurnanya diri ini sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Orang tua terutama Ibu sering mengingatkan, apabila kamu sakit maka semakin rajinlah kamu beribadah dan mengingat-Nya, bukan beralasan yang menjadikan kamu malas. Karena bisa jadi sakit ini merupakan aba-aba, kesempatan singkat yang diberikan Tuhan untuk mu bertaubat sebelum kamu diambil-Nya. Terngiang pepatah ini mengakar dalam diri, manakala ada terasa sakit, pepatah itulah yang mengingatkanku untuk senantiasa bersyukur, mengingat serta memohon ampunan pada-Nya.

Sakit bukanlah musibah, sakit merupakan bentuk kasih sayang-Nya. Apabila masih mampu bertahan, belajarlah untuk tidak memohon kesembuhan, belajarlah menikmati rasa sakit itu sehinga paham, resapi sedetail mungkin, maka pasti menemukan satu titik dimana kita tersadarkan untuk senantiasa bersyukur. Sakitpun menjadi nikmat.

Sebuah kepastian, manakala tantangan sukses dilewati dengan jalan terbaik (Sabar, Syukur, serta bertahan melawan hawa nafsu). Maka yakin, kebahagiaan dan kebanggaan yang tidak akan sebanding dengan apapun menjadi hadiah yang paling istimewa.

Belajarlah senantiasa berada pada jalan yang terbaik, menuju kebahagiaan yang hakiki, menuju kebenaran yang seutuhnya yang Diridhoi-Nya...!!!7

Jumat, 02 Desember 2016

KETIKA IBLIS MENGINSPIRASI_Sebaik-baik Iblis

Disaat IBLIS Menginspirasi
''Sebaik-baik Iblis''
Oleh : Yusuf Hidayat


IBLIS
- Tidaklah asing lagi bukan ketika mendengar sebutan Iblis.?!!.. Akal langsung bereaksi menggambarkan bahwa Iblis merupakan sosok makhluk yang teramat menyeramkan beserta keburukan sifat yang dimilikinya berupa keangkuhan, penghasut, penyesat, pengganggu serta sifat-sifat lain yang negatif dan selalu manusia kaitkan itulah sifatnya Iblis. Stigma-stigma negatif oleh manusia selalu terlontar untuk menghujat Iblis, bahkan sampai pada sumpah serapah.

Sejak usia dini doktrin bibit kebencian pada Iblis ditanamkan dalam benak manusia oleh manusia yang lebih dewasa. Sehingga sampai saat ini tanpa menelaah kembali dengan menggunakan akal sehat, kebencian itu selalu muncul sontak ketika ada sebutan Iblis.

Kebencian manusia pada Iblis bermula pada pengetahuan yang mengisahkan kejadian penciptaan Adam sebagai manusia pertama. Dimana Iblis mengunggulkan keangkuhan daripada kepatuhannya pada Allah SWT. Iblis menolak perintah untuk bersujud pada Adam makhluk bernama manusia yang baru pertama kali tercipta, padahal malaikatpun bersujud. Dirasanya memiliki keunggulan lebih jika dibanding manusia, Iblis dari api dan manusia dari tanah, lantas mengapa harus bersujud pada manusia, begitu keangkuhan Iblis dihadapan Allah SWT yang Maha Pencipta dan Maha Segala. Lantas keangkuhan itu mengakibatkan Kemurkaan Allah pada Iblis.

'' (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah". Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya". Lalu seluruh malaikat itu bersujud semuanya, kecuali Iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.

Allah berfirman: "Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?" Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah". Allah berfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk,sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan".

Iblis berkata: "Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan". Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)". Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.

Allah berfirman: "Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan". Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya. (Shaad 38:71-85) ''


Pada ayat diatas jelas vonis bagi Iblis atas keangkuhannya, dikeluarkan dari surga, digolongkan kafir, serta kutukan yang tak henti hingga hari pembalasan. Vonis yang teramat berat jika dipikir dengan logika manusia, tidak mungkin satupun manusia sanggup menerimanya.

Tiada sesuatupun yang Allah SWT ciptakan dengan sia-sia, penulis yakin ada hikmah dari setiap Ciptaan-Nya, hanya saja ada yang diketahui dengan mudah adapun yang harus terlebih dahulu menggunakan akal untuk menelaahnya. Semoga apa yang kita lakukan adalah kebenaran.

Iblis menyanggupkan diri menerima konsekuensi dari perbuatannya, hanya saja konsekuensi itu minta ditangguhkan sampai hari akhir tiba. Iblis berniat mengganggu, menghasut serta menyesatkan Adam beserta keturunannya dari kebenaran dijalan Allah SWT, agar menemaninya kelak dalam neraka. Penangguhanpun dikabulkan Allah SWT. Maka semenjak itu sampai hari akhir kelak, Iblis terus melancarkan segala strategi demi memelencengken Ummat manusia dari jalan kebenaran.

Keberhasilan pertama dari kerja keras Iblis adalah berhasilnya menjadikan Adam dan Hawa diusir dari Surga-Nya Allah SWT. Kecerdasan serta keuletan setiap hasutan teramat menggiurkan,  hanya saja hasutan Iblis pada Adam tidak mempan. Kebulatan tekad Iblis yang memang ingin menyesatkan tidak berhenti pada kegagalan, Iblis pantang menyerah, tidak mempan pada Adam belum tentu jika pada Hawa. Iblis melancarkan hasutan pada Hawa hingga tergoda, Hawa lah yang akhirnya meluluhkan Adam hingga melanggar larangan Allah SWT, yang akhirnya diusir ke bumi.

Kerjakeras perjuangan Iblis yang begitu pantang menyerah tanpa mengenal lelah dibarengi kecerdasan serta keuletannya sehingga berakhir dengan keberhasilan. Iblis tetap Istiqomah melancarkan niatannya untuk menggelincirkan Adam dan turunannya dari jalan kebenaran.

Tidaklah negatif sifat-sifat itu jika manusia gunakan pada kebenaran dijalan Allah SWT, untuk mencapai keberhasilan sehingga mendapatkan Ridho-Nya. Hanya saja ketika sifat itu terinspirasi dari Iblis memang akal manusia cenderung menolak, karena manusia terlanjur membenci secara utuh semua bagian dari Iblis.

Penolakan akal manusia yang menolak secara utuh semua bagian Iblis, tidak menjadi jaminan manusia tidak mensifati Iblis, tidak menjamin manusia untuk tidak melakukan kejahatan seumpama Iblis. Karena disadari ataupun tidak setiap hari manusia pasti melakukan kesalahan, lalu apabila kita telaah kesalahan tersebut pasti ujung akhir dikaitkan pada Iblis.

Hanya saja alibi yang mungkin manusia jadikan tameng adalah setidaknya ketika manusia mengetahui sifat Iblis, bisa berusaha menghindari. Adapun sebagian sifat Iblis yang tak terhindar manusia lakukan, itu semata-mata karena manusia tidak luput dari salah dan dosa.

Dari kacamata berbeda ini penulis mencoba memandang, semoga setidaknya ada satu titik kebaikan yang menjadikan bertambahnya ketaatan dalam beribadah pada Jalan-Nya yang benar dan meminimalisir ketagihan kita akan jalan kesesatan.

Jika dipikir dengan logika, mengapa tidak sebaiknya mengambil dari Malaikat saja inspirasinya, bukankah Malaikat sudah pasti baik dan taat beribadah..?!!. Betul... Penulis pun sepakat dengan hal itu. Hanya saja dari kacamata ini, selain gambaran tadi diatas, penulis memandang bahwa apabila ada manusia yang hidupnya cenderung negatif, malas-malasan, bodoh dan tak ada niatan berusaha merubahnya berarti lebih rendah dari pada Iblis. ***