Wikipedia Telusuri..

Hasil penelusuran

Kamis, 17 Agustus 2017

MARILAH KITA BRRSERU 'INDONESIA BERSATU'

MARILAH KITA MENYERU 'INDONESIA BERSATU'
Oleh : Yusuf Hidayat

INDONESIA - Negara Indonesia memiliki cita-cita kemerdekaan yang sungguh luar biasa sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD NKRI 1945. Namun sayangnya, ketika ditatap dari beberapa sudut pandang mengenai pelaksanaan niat yang mulia tersebut itu belum sepenuhnya terealisasi, Indonesia memang dikatakan berhasil meraih kemerdekaan serta mengusir para penjajah dari tanah air, namun pembebasan secara utuh dari rasa terjajah belum terlepas, kepahitannya masih melekat. Masih banyak bangsa Indonesia yang belum bisa terlepas dari jeratan kemiskinan, masih banyak bangsa Indonesia yang meninggal karena kelaparan, masih banyak pula keadaan yang lainnya yang rasanya sepahit terjajah, apalagi akan lebih miris ketika kepahitan itu kemudian menjadi penggiring manusia Indonesia melakukan tindakan yang tidak berprikemanusiaan.

Dalam TEMPO.CO, dikatakan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada Maret 2017 jumlah penduduk miskin, yakni penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di lndonesia mencapai 27,77 juta orang (10,64 persen dari jumlah total penduduk).
Menurut Kepala BPS Suhariyanto, angka tersebut bertambah 6,90 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2016 yang sebesar 27,76 juta orang (10,70 persen). Meski secara presentase angka kemiskinan mengalami penurunan, namun secara jumlah angka tersebut mengalami kenaikan. (https://m.tempo.co/read/news/2017/07/17/090892130/maret-2017-jumlah-penduduk-miskin-indonesia-capai-27-77-juta)
Itu membuktikan bahwa jumlah angka kemiskinan bukan malah berkurang melainkan semakin bertambah seiring dengan berlanjutnya usia Indonesia. Padahal Indonesia ini dijuluki sebagai tanah surga karena kesuburan dengan kekayaan alam yang melimpah serta keanekaragaman hayatinya, namun kenyataannya tidak menjadi solusi bagi kesejahteraan dinegeri ini. Seperti salah satu contoh yang terjadi Jember, karena sulitnya kehidupan yang dijalani, jangankan untuk dapat hidup layak, untuk makan sehari-hari pun masih kesulitan. Inilah yang kemudian membuat Ibu Rokayah seorang warga jember terpaksa mengkonsumsi rumput demi mengganjal perut. (https://m.detik.com/news/berita-jawa-timur/d-3435863/warga-jember-ini-terpaksa-makan-rumput-karena-kelaparan)
Bahkan selain dari pada itu, yang lebih parah lagi dengan masih adanya kejadian meninggal dunia akibat dari kelaparan, menjadi salah satu bukti bahwa negara ini belum sejahtera.

Masih begitu banyak masalah dalam tubuh Indonesia yang harus dengan giat diselesaikan, demi terciptanya keindahan Indonesia atas cita-citanya. Keselarasan niat seluruh bangsa Indonesia menjadi kunci utama tercapainya harapan tersebut, dengan berbagai bentuk perjuangan baik secara fisik, finansial, maupun pemikiran yang ketika dilakukan dengan selarasnya niat seluruh bangsa, maka bukan hal mustahil keindahan tersebut dapat terealisasi. Pertanyaannya adalah "Bagaimana cara menyelaraskan niat bangsa Indonesia.?".

'Menjiwai Pancasila'. Seluruh bangsa Indonesia harus betul-betul menghayati pancasila (atas setiap keluhuran makna yang terkadung didalamnya) sebagai sebuah ideologi (ini yang harus ditekankan), sehingga dapat terbentuknya satu kesepahaman bangsa Indonesia mengenai bagaimana dirinya harus mengabdikan diri pada tanah air, bagaimana dirinya harus melakukan perjuangan bukti kecintaan pada tanah air, serta bagaimana setiap bangsa akan mencerminkan sikap bangga dengan menjadi Indonesia.

Terlebih penekanan ini lebih diutamakan kepada para pejabat negara yang harus menjadikan pancasila betul-betul sebagai landasan utama, agar terhindar dari melakukan praktik-praktik negatif yang merugikan bangsa dan negara. Pemahaman yang benar terhadap pancasila kemudian akan menuntun agar setiap tindakan dilakukan semata untuk kebaikan, tidak terjadi lagi pemanfaatan jabatan sebagai kekuasaan untuk melakukan tindakan semena-mena serta pemuas nafsu semata untuk kepentingan pribadi saja, melainkan jabatan yang didapat merupakan amanah besar yang harus diemban dan dilaksanakan sebaik-baiknya menyangkut kepentingan orang banyak.

Kejadian-kejadian yang tidak wajar terjadi pada sosok pejabat negara harus segera hilang, karena begitu banyak orang yang mengagungkan serta menaruh beban harapan dipundak-pundak para pejabat sebagai wakil rakyat untuk mampu membawa perubahan baik bagi kehidupan mereka. Namun teramat disayangkan apabila masih ada kejadian serupa seperti yang terjadi pada September tahun 2015 lalu, dimana pejabat sekelas wakil ketua DPRD di Kabupaten Tuban malah tidak hafal sekedar isi dari pancasila, (https://www.google.com/search?hl=in-ID&ie=UTF-8&source=android-browser&q=pejabat+tidak+hapal+pancadila) Serta masih banyak tulisan-tulisan lainnya yang mengatakan bahwa masih banyak pejabat yang memang tidak hafal pancasila, keadaan yang sungguh miris serta memalukan, bisa dibayangkan betapa mirisnya kondisi pemerintahan yang ada di negeri ini. Seperti ditulis RMOL.CO, - Ketua MPR Zulkifli Hasan pun menilai bahwa memang keluhuran makna yang terkandung dalam 'Pancasila' kurang diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga salah satu akibat dari perilaku ini yaitu banyak pejabat yang terseret pada kasus korupsi. (http://www.rmol.co/read/2016/10/25/265612/Zulkifli-Hasan:-Banyak-Pejabat-Korup-Karena-Pancasila-Cuma-Jadi-Hafalan-)

Inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan dikatakan mengapa tidak setiap perayaan Hari Kemerdekaan NKRI ini dimanfaatkan untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur Ke-Indonesia-an serta penelaahan kembali nilai-nilai yang terkandung pada pancasila, seperti yang ditulis dipembukaan tulisan ini. Bentuk kegiatannya apapun itu, terpenting dari kegiatan tersebut bisa bermakna bagi Bangsa Indonesia sehingga memiliki semangat kehidupan berpancasila. Namun sayangnya kebaikan seperti satu ini tidak kemudian dibudayakan di tanah air Indonesia, perayaan-perayaan serupa ini lebih digandrungi mengisinya dengan hiburan dan rekreasi.
***

Dariku terucap untukmu Tanah Airku...
DIRGAHAYU ke-72 tahun atas kemerdekaan mu,
Dirgahayu Indonesia...
Bagaimanapun, aku akan tetap berusaha cinta pada tanah air ini..




.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar