''Sebaik-baik Iblis''
Oleh : Yusuf Hidayat
IBLIS - Tidaklah asing lagi bukan ketika mendengar sebutan Iblis.?!!.. Akal langsung bereaksi menggambarkan bahwa Iblis merupakan sosok makhluk yang teramat menyeramkan beserta keburukan sifat yang dimilikinya berupa keangkuhan, penghasut, penyesat, pengganggu serta sifat-sifat lain yang negatif dan selalu manusia kaitkan itulah sifatnya Iblis. Stigma-stigma negatif oleh manusia selalu terlontar untuk menghujat Iblis, bahkan sampai pada sumpah serapah.
Sejak usia dini doktrin bibit kebencian pada Iblis ditanamkan dalam benak manusia oleh manusia yang lebih dewasa. Sehingga sampai saat ini tanpa menelaah kembali dengan menggunakan akal sehat, kebencian itu selalu muncul sontak ketika ada sebutan Iblis.
Kebencian manusia pada Iblis bermula pada pengetahuan yang mengisahkan kejadian penciptaan Adam sebagai manusia pertama. Dimana Iblis mengunggulkan keangkuhan daripada kepatuhannya pada Allah SWT. Iblis menolak perintah untuk bersujud pada Adam makhluk bernama manusia yang baru pertama kali tercipta, padahal malaikatpun bersujud. Dirasanya memiliki keunggulan lebih jika dibanding manusia, Iblis dari api dan manusia dari tanah, lantas mengapa harus bersujud pada manusia, begitu keangkuhan Iblis dihadapan Allah SWT yang Maha Pencipta dan Maha Segala. Lantas keangkuhan itu mengakibatkan Kemurkaan Allah pada Iblis.
'' (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah". Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya". Lalu seluruh malaikat itu bersujud semuanya, kecuali Iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.
Allah berfirman: "Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?" Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah". Allah berfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk,sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan".
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan". Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)". Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.
Allah berfirman: "Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan". Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya. (Shaad 38:71-85) ''
Pada ayat diatas jelas vonis bagi Iblis atas keangkuhannya, dikeluarkan dari surga, digolongkan kafir, serta kutukan yang tak henti hingga hari pembalasan. Vonis yang teramat berat jika dipikir dengan logika manusia, tidak mungkin satupun manusia sanggup menerimanya.
Tiada sesuatupun yang Allah SWT ciptakan dengan sia-sia, penulis yakin ada hikmah dari setiap Ciptaan-Nya, hanya saja ada yang diketahui dengan mudah adapun yang harus terlebih dahulu menggunakan akal untuk menelaahnya. Semoga apa yang kita lakukan adalah kebenaran.
Iblis menyanggupkan diri menerima konsekuensi dari perbuatannya, hanya saja konsekuensi itu minta ditangguhkan sampai hari akhir tiba. Iblis berniat mengganggu, menghasut serta menyesatkan Adam beserta keturunannya dari kebenaran dijalan Allah SWT, agar menemaninya kelak dalam neraka. Penangguhanpun dikabulkan Allah SWT. Maka semenjak itu sampai hari akhir kelak, Iblis terus melancarkan segala strategi demi memelencengken Ummat manusia dari jalan kebenaran.
Keberhasilan pertama dari kerja keras Iblis adalah berhasilnya menjadikan Adam dan Hawa diusir dari Surga-Nya Allah SWT. Kecerdasan serta keuletan setiap hasutan teramat menggiurkan, hanya saja hasutan Iblis pada Adam tidak mempan. Kebulatan tekad Iblis yang memang ingin menyesatkan tidak berhenti pada kegagalan, Iblis pantang menyerah, tidak mempan pada Adam belum tentu jika pada Hawa. Iblis melancarkan hasutan pada Hawa hingga tergoda, Hawa lah yang akhirnya meluluhkan Adam hingga melanggar larangan Allah SWT, yang akhirnya diusir ke bumi.
Kerjakeras perjuangan Iblis yang begitu pantang menyerah tanpa mengenal lelah dibarengi kecerdasan serta keuletannya sehingga berakhir dengan keberhasilan. Iblis tetap Istiqomah melancarkan niatannya untuk menggelincirkan Adam dan turunannya dari jalan kebenaran.
Tidaklah negatif sifat-sifat itu jika manusia gunakan pada kebenaran dijalan Allah SWT, untuk mencapai keberhasilan sehingga mendapatkan Ridho-Nya. Hanya saja ketika sifat itu terinspirasi dari Iblis memang akal manusia cenderung menolak, karena manusia terlanjur membenci secara utuh semua bagian dari Iblis.
Penolakan akal manusia yang menolak secara utuh semua bagian Iblis, tidak menjadi jaminan manusia tidak mensifati Iblis, tidak menjamin manusia untuk tidak melakukan kejahatan seumpama Iblis. Karena disadari ataupun tidak setiap hari manusia pasti melakukan kesalahan, lalu apabila kita telaah kesalahan tersebut pasti ujung akhir dikaitkan pada Iblis.
Hanya saja alibi yang mungkin manusia jadikan tameng adalah setidaknya ketika manusia mengetahui sifat Iblis, bisa berusaha menghindari. Adapun sebagian sifat Iblis yang tak terhindar manusia lakukan, itu semata-mata karena manusia tidak luput dari salah dan dosa.
Dari kacamata berbeda ini penulis mencoba memandang, semoga setidaknya ada satu titik kebaikan yang menjadikan bertambahnya ketaatan dalam beribadah pada Jalan-Nya yang benar dan meminimalisir ketagihan kita akan jalan kesesatan.
Jika dipikir dengan logika, mengapa tidak sebaiknya mengambil dari Malaikat saja inspirasinya, bukankah Malaikat sudah pasti baik dan taat beribadah..?!!. Betul... Penulis pun sepakat dengan hal itu. Hanya saja dari kacamata ini, selain gambaran tadi diatas, penulis memandang bahwa apabila ada manusia yang hidupnya cenderung negatif, malas-malasan, bodoh dan tak ada niatan berusaha merubahnya berarti lebih rendah dari pada Iblis. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar