Wikipedia Telusuri..

Hasil penelusuran

Jumat, 16 Desember 2016

Rekam Jejak HMI Cabang Sukabumi 2016

HMI Geram dengan sikap Kejari Cibadak.

15 Des 2016 - Puluhan aktivis HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dari berbagai perguruan tinggi sewilayah kerja Cabang Sukabumi, kembali menggeruduk gedung Kejari (Kejaksaan Negeri) Cibadak Sukabumi. Setelah sebelumnya melakukan aksi serupa pada bulan Oktober lalu. Mereka menuntut kejari segera tuntaskan kasus-kasus yang terjadi di kabupaten sukabumi.

Sejak pukul 10.00, para aktivis HMI Cabang Sukabumi melakukan aksi damai di depan pintu gerbang utama, karena pihak kejari tidak mau menerima para aktivis masuk untuk menyampaikan aspirasi dengan menggembok rapat pintu gerbang. Hal ini membuat para aktivis HMI geram terhadap sikap kejari. Ditambah lagi, aksi ini tidak dikawal ketat oleh jajaran kepolisian.

''Kami datang kesini bukan untuk membuat onar ataupun merusak fasilitas negara, kami kader-kader HMI cinta akan hukum, kedatangan kami kesini untuk menyampaikan  hasil kajian kami mengenai dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Kabupaten Sukabumi. Ijinkan kami masuk agar kita bisa berdialog bersama''. Ucap Riandi Al-Ghazali selaku Koordinator Lapangan pada aksi kali ini.




Hal ini tidak menjadikan pihak kejari mau membuka pintu untuk berdialog bersama, hanya sebentar saja beberapa perwakilan dari pihak kejari mendekati para aktivis dari balik gerbang. Kesannya seperti meminta dialog dengan disekat gerbang, namun para aktivis HMI menolak sebelum gerbang dibuka terlebih dahulu.

''Jika betul bersedia berdialog dengan kami, maka buka pintu gerbang ini, jangan ada sekat pemisah. Kalau seperti ini, terkesan kami seperti tahanan lapas yang sedang dijenguk'' Kata Aris Rindiansyah salah satu orator aksi.

Riandi Al Ghazali, koordinator lapangan mengatakan ''Kami akan terus melakukan aksi sampai batas waktu habis, apabila masih belum juga ditanggapi maka kami akan turun kembali dengan masa yang lebih banyak. ataupun melaporkan pada Ombudsman karena mengabaikan pelayanan publik''.

Pengabaian pihak kejari ini semakin membuat para aktivis HMI yang melakukan aksi semakin bertambah geram. Orasi menjadi semakin keras diteriakan oleh para orator. Selain orasi, beberapa aktivis membacakan puisi dan menyakikan lagu untuk membakar semangat.

Sekitar pukul 14.00 para aktivis akhirnya melakukan bakar ban karena tidak juga didengarkan oleh pihak kejari. Aksi ini menarik simpati para pengendara sehingga laju kendaraan sedikit tersendat.

Aksi sedikit ricuh, karena ada beberapa polisi tiba-tiba mendorong dan mengusir para Aktivis. Beruntungnya para aktivis HMI tidak terpancing emosi akibat kejadian ini, mereka tidak mau kejadian yang tidak diinginkan ini malah menjadi teralihnya maksud inti yang ingin disampaikan.

Aksi HMI kali ini meminta kejaksaan agar propesional dalam melakukan tugas serta menuntut segera menyelesaikan kasus-kasus di kabupaten Sukabumi, jangan terkesan dipetieskan. HMI juga menanyakan dasar hukum (payung hukum) serta legalitas akuntan publik dalam penghitungan kerugian negara terkait kasus tenjo jaya, penanganan dugaan proyek fiktif simpang lio bumi sari cikidang, GOR gelanggang yang sampai saat ini dalam pengawasan kejaksaan serta pemotongan dana hibah oleh distan.

Aktivis HMI memutuskan untuk balik kanan dan akan turun aksi kembali hari senin mendatang dengan jumlah masa yang lebih banyak.

(YH-1011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar