Wikipedia Telusuri..

Hasil penelusuran

Sabtu, 10 Desember 2016

SULIT HIDUP HIDUP SULIT - 'Kebangkitan Arwah-Arwah Kanibal'


SULIT HIDUP HIDUP SULIT
'Kebangkitan Arwah-Arwah Kanibal'
Oleh : Pujangga Desa Pajampangan


Kekinian - Kehidupan hari ini kalaulah tidak bergelimang harta maka dianggaplah sebuah kegagalan hidup, layaknya aturan sakral hasil konsensus manusia-manusia itu sendiri. Sebuah keharusan yang senantiasa memaksa hidup bersaing dalam kemewah-mewahan, keindahan raga, gaya bahasa, gaya hidup, kendaraan, tempat tinggal serta semua bagian yang dianggap nikmat kehidupan dijadikan persaingan ketat keistimewaan.

Budaya sendiri, jati diri khas tanah ini tidak lagi diindahkan, bahkan terkesan akan dimusnahkan karna anggapan tak lagi relevan dengan kemajuan zaman, telah tertinggal, jadul, kolot . Berganti dengan budaya asing yang dirasa lebih berarti, lebih menantang, serta lebih kekinian seiringan dengan perkembangan zaman, yang dengan mentah ditelan bulat-bulat tanpa takut keracunan. Inikah 'mentari yang terbit dari barat' yang menjadi satu pertanda segera datangnya kiamat..?!!!

Kondisi ini telah menjamur, memacing bangkitnya kembali arwah-arwah kanibal yang telah melakukan revolusi sifat atau bermetamorfosis sehingga menjadi kanibal versi kekinian. Tentang 'siapa yang memakan siapa'. Para arwah kanibal ini berkeliaran, senantiasa merasuk pada manusia-manusia yang tergila-gila dengan persaingan keistimewaan.

Manusia-manusia kini menyamarkan dua keadaan yang berlawanan 'benar dengan salah' yang tak lagi digubris oleh manusia yang kerasukan arwah kanibal, memakan siapa saja demi kelancaran ambisinya, tak penting lagi ikatan saudara, kerabat dekat, sahabat serta kawan seperjuangan, apalagi lawan yang menghalangi jalan, sudahlah pasti bulat-bulat ditelan.

Sebuah keanehan..!!!
Di era kekinian, cara manusia menilai sesuatu selalu menggunakan logika. Apa-apa haruslah mampu dirasionalkan, barulah menghasilkan keyakinan sendiri untuk melaksanakan. Tetapi mengapa seakan ada tirani yang membuat logika tak mampu meraba-raba kesederhanaan, tidakkah bisa dipahami untuk menghasilkan formulasi buah pemikiran 'bagaimana hari ini hidup teramat bahagia dalam kesederhanaan'..!!!
Padahal, sebelum serapan budaya asing menjadi sekental ini, kebahagiaan bisa dirasakan dalam kesederhanaan. Bagaimana masyarakat berbaur, berbagi, bahkan bergotong royong menunjukan kepedulian, tanpa harus bermodalkan kemewahan. Budaya yang kini telah luntur dan hampir punah.

Gengsi - inilah satu kata yang menjadi virus amat viral, cepat menyebar, tular-menular, sehingga manusia kini terjangkit penyakit gengsi yang amat tinggi -- 'Bagaimana caranya pun akan dilakukan demi kedudukan teratas' -- ...

Gengsi yang membuat hidup menjadi terasa sulit. Padahal jika mampu menanggalkan rasa gengsi, menggunggulkan sifat-sifat positif, 'sabar, syukur serta tawakal' maka menjalani hidup tidaklah begitu sulit, tidak akan merasa bagai berada pada 'sangkar setan persaingan'.

Sabar dengan kondisi saat ini, menerima dengan ikhlas apa yang diamanahkan Tuhan, karena pada dasarnya semua hanya titipan. Jika logika yang dipakai adalah demikian, 'brarti lebih beruntunglah manusia yang sedikit titipan, tidak terlalu terbebankan, serta tidak begitu banyak pertanggungjawaban yang akan ditanggung dari cideranya titipan'.

Syukuri apa yang ada saat ini, maka kenikmatan akan bisa dirasakan. Jika seandainya telah terlatih pandai bersyukur dan tak tergoyah, 'maka inilah kenikmatan dunia sesungguhnya'. Sebaliknya, jika tak tau syukur, maka akan senantiasa merasa 'dihantui dengan kecemasan, kewas-wasan, serta ketidak tenangan', sebanyak apapun harta kekayaan tak akan mencapai kenikmatan yang sesungguhnya.

Tawakal lah selalu pada Tuhan, karena sejatinya manusia diberikan kebebasan hanyalah pada tataran syariat (Ikhtiar) saja, hakikat yang menjadikan hasil dari semua syariat yang dilakukan manusia itu hak prerogatif Tuhan. Maka ketawakalan kita pada Tuhan akan menjadikan kita berpikir optimis, bahwa 'rejeki manusia sudah Diatur-NYA dan Tuhan Maha Tahu apa yang dibutuhkan oleh Makhluk-NYA'. Tetapi apabila tidak mampu bertawakal, maka yang unggul dalam diri adalah sifat keangkuhan, semua dianggap bagaimana diri sendiri berjuang menggapainya, yang secara tidak langsung menanggalkan peran Tuhan. Serta kerakusan yang tak terbatas, yang menjadikan diri berambisi tiada henti mengejar harta dan tahta serta semua yang istimewa, tanpa sadar hidup didunia ini hanya sementara, hidup manusia didunia terbatas oleh waktu.

Maka cobalah sediakan waktu untuk menelaah kembali hidup ini dengan berbagai pertimbangan sehingga menghasilkan kematangan pemikiran tentang konsep hidup yang baik mulai sekarang sampai kedepan...!!! ***

Semoga Bermanfaat...!!!
_____________________________________________
________________||□□□□||___________________
Q.S AL-AN'AM : 141

وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَ جَنَّٰتٍ مَّعْرُوشَٰتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَٰتٍ وَٱلنَّخْلَ وَٱلزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُۥ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلرُّمَّانَ مُتَشَٰبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَٰبِهٍ ۚ كُلُوا۟ مِن ثَمَرِهِۦٓ إِذَآ أَثْمَرَ وَءَاتُوا۟ حَقَّهُۥ يَوْمَ حَصَادِهِۦ ۖ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
_____________________________________________
________________||□□□□||___________________
Q.S AL- A'RAF : 31

 يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
_____________________________________________
________________||□□□□||___________________
Q.S AL-MA'IDAH : 77


قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulu (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.
_____________________________________________
________________||□□□□||___________________
Q.S AL-BAQARAH : 45-46

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ ,الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan solat. Dan sesungguhya hal itu sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang  khusyu’ , (iaitu) orang-orang yang menyakini, bahawa mereka akan menemui Rabb mereka dan bahawa mereka akan kembali kepada-Nya''.
_____________________________________________
________________||□□□□||___________________
Q.S AL-BAQARAH : 29

هُوَالَّذِي خَلَقَلَكُمْ مَافِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَبِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.
_____________________________________________
_________________||□□□□||__________________
Q.S ALI-IMRAN : 159

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepadanya.
_____________________________________________
__________________||□□□□||_________________


============================================================
 
# sikap ghuluw, berlebih-lebihan, kanibal, sabar, syukur, tawakal, rakus, angkuh, hidup susah

============================================================

Tidak ada komentar:

Posting Komentar