Nayla,, begitu safa yang dipakai untuk memanggilnya.
Dimasa PUTIH-BIRU nayla anak dengan keluguan sikap dan kecerdasan pikir ternyata tak lantas mnjadikannya istimewa. Nayla berprestasi di Kelasnya, juara dua pernah diraihnya dan 10 besar tak pernah ditinggalnya.
PUTIH-BIRU ternyata jadi masa kelam bagi nayla, seakan sekitarnya bak bagaikan kobaran api neraka yang terus meronta menerkamnya, teman sebayanya membuli dengan cemoohan bahkan lemparan benda keras untuk menyiksanya.
Dirasa nayla kala itu dunia kejam baginya, tak ada taman indah bak surga yang bisa menenangkan untuk nya mengadu. Keputusasaan datang bergerombol bak bagai virus menghinggapi tubuhnya, menggrogoti rasa kepercayaan dirinya, terluka pikirnya hingga tersirat dalam benak tak ada salah jika dia akhiri kehidupannya dan berarti berakhirnya semua kepedihan.
Beruntunglah, masih ada malaikat yang menjaganya, yang mampu membuatnya bertahan sampai berakhirnya PUTIH-BIRU. Betapa pedihnya sisa luka yang menderanya, yang bagai virus yang terus berkembang biak mengambil alih gerak hidupnya. Alasannya tak cukup logis, hanya karna nayla berprestasi, berwajah lugu, rambut lebat agak pirang dan agak jutek sebagai tameng penjaga diri. Tidaklah ada hal yang amat negatif buat menderanya dengan siksa demikian bukan..??'
Senyum sepintas tergambar dalam wajah anggunnya sambutan untuk masa baru, terbayangnya taman surga dalam benaknya, indah dan membahagiakan.. Tetapi senyumnya memudar, semuanya hanya khayal sepintas. Lantas pelariannya kabur dari hamparan lautan luka menepi di Kota Metropolitan, kota keras yang diharapnya bisa dijadikan sandaran.
Sang bunda menangis karenanya, merasakan kehilangan sematawayang.
Dunia keras ternyata memberinya kekuatan, di Kota Metropolitan sang ulat berlatih menjadi kepongpong terlelap sampai akhirnya tersadar sudah memiliki sayap yang menjadikannya lebih indah.
Nayla di masa Sweet Seventen bukanlah nayla yang dulu, walau masih penuh luka dalam, tetapi luka itu tak terlihat, hanya paras cantik, anggun dan mempesona yang kini dipancarkannya, bagai sang surya yang menyilaukan pandangan teman sebaya yang dulu memusuhinya, seakan buta masa kelam, mereka berubah pesona menjadi para prajurit yang berlutut-lutut memuja sang putri dalam singgasananya.
Hikmahnya:
-Orang yang dibully belum tentu hina.
-Dibully berarti kita mempunyai keberuntungan dengan kelebihan yang tidak dimiliki mereka.
-Do'a orang yang teraniaya mudah dikabulkan.
-Sabar dan ikhlas menerima semua ujian, yakinkan ada saat semuanya menjadi indah dengan perputaran roda kehidupan dan masih banyak lagi.
Salam manis dari saya,, sahabat tokoh yang diceritakan, saya bangga dengan cerita hidupnya, bisa dijadikan motivasi buat mereka yang merasakan hal yang sama...
Buat yang di-Bully, yakinlah kalian lebih istimewa, kalian lebih berharga dan kalianlah sangHERO yang sanggup bertahan.
Buat yang nge-Bully, sadarilah diri dan sikap kalian tidaklah lebih mulia dibanding mereka, apa yang bisa kalian banggakan hasil kenegatifan kalian.
Salam manis,
TTD
YUSUF HIDAYAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar