Wikipedia Telusuri..

Hasil penelusuran

Kamis, 12 November 2015

''SuperHERO Di Masa Pubertas''

Kanak-kanak masa berselimut kebebasan, bagai serangga madu yang terbang di hamparan taman berbunga, yang termanjakan dengan penuh kebahagiaan..

Masa indah itu tidaklah abadi, tibanya masa baru beserta aturan main baru, dengan sapaan ''Pubertas'', masa antara Kekanak-kanakan menuju pada pendewasaan. Kelabilan adalah ciri khas yang dijadikan kambing hitam pencarian jati diri, hal yang amat kadung untuk diakui. Tetapi apalah itu namanya, bagai laron terbang pada hembusan angin yang kencang terpental kesana kemari, tetapi meski demikian berbahayanya tak terlintas dalam benak untuk hinggap pada pijakan kokoh agar selamat, malah senang menguji kekuatan dan kemampuan bermanufer bersama laron-laron lainnya.

Kegagalan serta keselamatan setelahnya merupakan hasil dari sejauh mana perjuangan melepaskan diri melawan hembusan angin yang menggelapkan pandangan, baik atau buruknya akan dirasakannya kelak tiba waktu dimasa yang akan datang.

Hebat, kata yang tepat buat dia jagoan yang mampu keluar dari zona yang penuh ambisi yang belum pasti, melemparkan dirinya keluar hingga terpental, sampai dirinya sadar akan bahaya besar yang hampir saja menghampirinya, hingga dia berpijak pada pegangan kokoh yang dapat menyelamatkannya.

Tidak semuanya beruntung bisa selamat, hanya dia dan mereka yang yang mau bersandar pada pegangan yang kokoh, tidak seperti aku, kamu dan kita yang malah menguji keangkuhan menantang terpaan badai yang menggelapkan pandangan, tersandung dan celaka.

''Inilah aku jagoa saat ini, sang superHero yang bangkit kembali pada abad ini'' bukankah demikian kata angkuh yang kita tanamkan, hanya demi satu tujuan ''Diperhatikan'', yang padahal penonton di singgasananya melihat kita sepeti layaknya pentas para wayang, betapa hinanya bukan, perjuangan berbuah kehampaan.

Kawan kehidupan tidak berdiam, mereka teriak beronta-ronta sampai hingga hampi putus nadinya hanya demi menyadarkan kita, seakan tuli kita menganggap itu hanya gonggongan hampa      angin berhembus berlalu, kita tetap pada prinsip gelapnya.

Beruntunglah dia dan mereka yang berani berjuang keluar dari kerumunan badai, meski harus terlempar terpental bahkan terluka parah, setelahnya mereka senang terbang dalam kesunyian yang ternyata juga banyak kebahagiaan, dia dan merekalah yang berhasil. Bukan kita, sang superHero pahlawan keteteran yang siap terluka mengorbankan jiwa raga demi sesuatu yang hampa.

Apalah itu, kehidupan memang selalu memberikan sesuatu penghargaan akhir dari setiap tindakan, semua akan ada hikmahnya.

Salam manis dari aku, Orang yang pernah gagal dalam bermanuper dalam masa pubertasku, Salam buat kamu dan kalian yang masih menjunjung keangkuhan, sadarlah kawan, paksalah badai angin agar berubah menjadi udara segar, paksalah pubertas menjadi sebuah masa yang indah dan nyaman, paksalah diri dan kawan agar seperti dia dan mereka yang ternyata bahagia dengan kesederhanaan, tanpa harus menjadi sangHero kesiangan.

Celoteh kosongku semoga berhikmah buat kalian, aku bukanlah siapa-siapa, hanya orang tolol dengan pengalaman gelapnya, yang inginkan berubah jadi sangHERO yang bisa dibanggakan....


Salam manisku,
TTD


YUSUF HIDAYAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar