Wikipedia Telusuri..

Hasil penelusuran

Sabtu, 21 November 2015

Manakah Bukti JANJI-JANJI MANISMU Dulu..???


Saat dulu dibangku pendidikan dasar, ku hanya duduk dicekoki pepatah-pepatah yang katanya menanamkan kedisiplinan bekalku dimasa depan.


Diceritakannya oleh guru-guruku sejarah tentang kehidupan orang dulu, katanya buat motifasi agar ku bisa berusaha berjuang dari cerita sukses mereka.

Mereka menjanjikan, jika ku banyak belajar maka aku akan menjadi sukses, ketika mereka mengucapkan itu, mereka seakan menjanjikan akan menjadi tamengku untuk menuju keberhasilan.

Mereka bilang padaku jangan lupa bertegur sapa jika bertemu dijalan, saling menghargai dan saling menghormati, terasa indah bukan...???,

Begitu indah rasanya khal itu dulu ku terima, kutanamkan dalam diriku setiap apa yang mereka katakan, aku yakin mereka pasti mengawalku selama hidup.

TERNYATA TIDAK...!!!!

Apa yang mereka ajarkan padaku hanyalah bermakna pelajaran, apa yang mereka berikan hanya syarat menggugurkan kewajiban, mereka inginkanku melakukan apa yang mereka katakan, tapi apa yang mereka katakan tak mampu mereka tanamkan dalam kehidupan.
Dusta Bukan...!!!

Mereka mengajarkanku baik, tapi mereka melakukan hal yang tak baik depan ku sendiri. Mereka mengajarkanku memaafkan tetapi mereka menghukumiku dengan hal kepedihan ketika ku melakukan kesalahan. Mereka mengajarkanku bahwa korupsi itu bukan hal benar tetapi mereka masih terima apa itu sogokan. Mereka mengajarkanku saling menyapa tetapi ternyata mereka memasang muka masam ketika ku sapa. Inilah segelintir kekecewaanku padanya, maafkan aku muridmu yang tolol tidak tau berterimakasih.

 Hingga ku bingung manakah arti ''sesuatu yang benar'' itu seperti apa, karna ketidak sinkronan kata dan tingkah. Aku labil, aku bingung, pelajaran hidup yang tertanam kini adalah pelajaran dari sebuah kehidupan nyata. Ketika kalian yang menjadi panutanku penuntunku melakukan hal demikian keji maka jangan salahkanku muridmu generasi penerusmu jika ku ikuti kebiasaan kalian.

Begitu Dustanya Kalian, Bagaikan lilin yang berusaha menerangi dengan membakar dirinya sendiri. Agungkah..??, aku rasa TIDAKKK...!!!

Sengaja ku racuni pikiran-pikiran kalian pembaca dengan kepicikan, apakah kalian merasakan keanehan atau malah membenarkan begitu saja dengan apa yang ku katakan..??
Aku ingin kalian tidak hanya menerima apa yang mereka katakan, tidak hanya menelan mentah apa yang mereka berikan, mereka bukanlah malaikat yang tak pernah salah, mereka juga bukan syetan yang selalu menyuruh salah, mereka manusia yang sama tak selamanya benar ataupun selamanya salah.

Mereka itu pahlawan tanpa tanda jasa.
Benarkah..??!!,,
Kenyataan sekitar adalah jawabannya.. punya jawaban masing-masing bukan.. ??

Salam manisku,,
TTD


YUSUF HIDAYAT


Tidak ada komentar:

Posting Komentar