Terbayang amat indah ketika terbesit bidadari dalam benak.. sosok anggun yang sempuna dalam pandangnya.
Rasa lah yang membuat pandangan katarak, yang dirasa speasial beralih bidadari dan malaikat.Sesempurna itukah..??,
Tidak buat ku, Bidadari yg belum lama ini terbang disekitarku dengan sayapnya yang hampir rapuh, terjatuh lebam memohon pertolongan, sayap-sayapnya patah. Bak bagai pahlawan, jelata berubah menjadi superHERO yang siap merajut sayap-sayapnya hingga utuh kembali.
Sang bidadari itu tersenyum bahagia, dirasanya ada rangkulan hangat yang bisa dijadikannya tempat berlindung, kepahitan dan lukanya diperlihatkan hapan dapat terobati. Diobatinya semua luka yang mendera, janji manis bidadari beralun keluar dari mulut manisnya, sebagai imbalan dari semua yang dilakukan untuknya, sangHERO tersenyum, ternyata pertolongannya berbuah anugrah terindah.
Hampir sembuh, sang bidadari pamit berlatih terbang kembali mencoba sayap barunya saat sangHERO terlelah hingga terlelap. Bidadari anggunpun bermanuver dengan sayapnya, dirasanya penuh keanggunan dan kesempurnaan hingga keangkuhannya membuatnya lupa sama sang tabib yang mengobatinya.
Sang pangeran terbangun dari tidur lelapnya, dilihatnya sang bidadari terbang jauh. Luka hatinya serasa tercabik, air susu berbalas tuba.
Tega sungguh bidadari itu melukaiku, dia terbang jauh pergi meninggalkanku. Aku kecewa, aku terluka, Kubangun benteng kuat dalam hatiku, agar ku tak lagi melihatmu, sekalipun nanti kau bentangkan pelangi berwarna diatasku, lalu kau terbang bersamanya, itu tak lagi berwarna, kau telah pudar dengan dustamu.
Salam manis,,
TTD.
Yusuf Hidayat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar